Kamis, 28 Februari 2019

KEGIATAN KKN PERTAMA, SAYA MABOK!

Hari pertama di Wanukaka, sudah sore sekitar pukul 16.00 WIT.
Saya terbangun dan mendengar suara orang-orang bicara dalam bahasa Sumba. Jelas saya tidak mengerti. Kalau kalian pertama kali dengar pasti menyangka ada yang tengah berkelahi. Memang cara mereka bicara seperti itu, ada penekanan dan suara keras.
Waktu saya keluar rumah Him sudah bersama mama di kebun di samping rumah. Saya berjalan menuju datangnya suara ribut-ribut, dari rumah tetangga. Seorang bapak  dari dalam rumah memanggil saya untuk bergabung. Di atas meja ada gelas dan beberapa botol minuman keras. Baunya sangat menyengat, mereka sebut pinaraciSaya penasaran, nih minuman apa rasanya ya, sampe merah warnanya, dan bau kaya spirtus begini. Bapak yang tadi adalah salah satu yang dituakan di sini, Bapak Boku Haga. Sepertinya masih ada hubungan kerabat dengan Kak Bani. 
"Ubbu, maika, inu"... kalo saya tidak salah ingat ya. artinya "Nak, ayo minum"
Kak Bani  datang berusaha menolak dan mengingatkan bahwa peraturan peserta KKN  tidak diperbolehkan minum minuman keras.  Tapi mereka seperti bergeming. Om Boku Haga angkat suara,"kau larang dia minum, saya larang kalian KKN di sini." Singkat, padat jelas! 
Hahaha dapatlah minum 2 atau 3 putaran. Rasanya? Kebakaraannn arghh... Ini minuman gila, reaksi pusing memabukkannya pun sangat cepat.
Alasan ke kamar mandi, saya coba atur napas. Paling tidak jangan tumbang, netralisir ini karena kita ada meeting pertama KKN selepas magrib.
Untungnya waktu saya kembali putaran sudah ditutup kareana minuman habis. Kami pun langsung menyusul peserta KKN yang sudah berkumpul di rumah dekat sekolah.

Di tempat meeting tim sudah berkumpul. Mereka Westan, Adri Sabaora, Philos, Franky, Nono, Icho, Elly, Himawan, Iwan Butar-Butar, Irwan, Harry Cornel, Dini, Jem, Fimmi, Oni Nata, Regina Kailola. Ada aktivis kampus dan ada juga yang doyan minum. Maka proteslah mereka karena kami datang terlambat dan dalam kondisi sempoyongan ditambah nafas bau dari mulut saya hihihi... 
Untung mereka bisa mengerti dengan situasi yang dihadapi oleh Kak Dosen dan mahasiswanya ini. Sulit bukan??
Jadi pesan moral dari kejadian ini adalah MIRASANTIKA adalah lagu ciptaan Bang Rhoma, garingggg... maap
Gara-gara kejadian di atas, maka seperti ada gentle agreement bahwa Bir diijinkan tapi tidak boleh sampai mabok. Minuman sejenis pinaraci dilrarang yaa (kalo saya kan dipepet ceritanya hahaha...)

@mahewardhana