![]() |
| Please, take me 'home' |
Driver kami Domie, coba memberikan usulan lokasi dan sama-sama kepikiran ke Wanukaka.
![]() |
| Domi, penunjuk jalan kami |
Maka kami langsung survey ke Wanukaka. Jadi pulang ke kampung istri juga kan, Bro hehehe.. Sebuah kebetulan yang pas!!
Wanukaka adalah awal cerita saya dengan pulau Sumba. Ya, karena inilah tempat saya dan teman-teman Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tahun 1996. Di sini kami diterima dengan sangat baik, lebih dari itu kami seperti dianggap anak. Kami di Wanokaka yang dibagi-bagi tempat tinggalnya. Saya dan Himawan tinggal di rumah Bapak Camat saat itu, Bpk Melkianus Bili dan Mama Ina. Uniknya, sifat dan kebiasaan Himawan dianggap sama dengan mama, sedangkan saya dibilang seperti Bapa, bangun agak siang dan harus ada kopi di meja.. Makanya berasa punya keluarga baru di sini... ah terlalu banyak ceritanya, serunya.. Pelan-pelan ceritanya ya, sambil lihat foto2 yang sempat terkumpul.
![]() |
| Tikungan menuju Wanukaka |
![]() |
| Membayangkan dulu jalan kaki, dan belum aspal seperti ini |
Dua foto ini adalah jalan dari Waikabubak menuju Wanukaka. Di tahun 1996 waktu itu kendaraan umum masih sangat minim, bahkan pernah kami pulang ke Wanukaka bergelantungan mobil omprengan dari Waikabubak. Sementara di atas atap mobil babi diikat untuk dibawa ke desa, entah akan dipelihara atau dipotong. Backsoundnya yang tepat saat itu kira-kira,"nguik...nguik." Artikan saja," help me, help me"... ;)
Satu kali pernah juga kami, laki2 semua pulang jalan kaki sejauh setengah perjalanan dari Waikabubak ke Wanukaka. Sempat ga percaya kami pernah lakukan itu, meskipun buat orang sana sih sudah hal biasa.
![]() |
| Andi tetap shooting |
Sementara Andi tetap menabung stockshot gambar, saya sempetin narsis sebentar dengan memakai Kapouta di kepala, pemberian bapak angkat saya, Pak Camat di Wanukaka. Memang setiap saya jalan shooting Ethnic Runaway, kapouta ini selalu saya bawa dan pakai.
![]() |
| Narsis tipis... |





