Tarian perang asal Sumba kini sering ditampilkan sebagai tari penyambutan oleh penari laki-laki. Ini terjadi di Indonesia bagian timur, sering saya temui dulu saat datang ke daerah-daerah timur Indonesia.
Diiringi bunyi tambur dan gong para penari bergerak membentuk formasi barisan, bergoyang ke kanan-kiri sambil mengayunkan parang dan berteriak bersahut-sahutan atau disebut kakalak dalam bahasa Sumba.
Timbul dalam pikiran saya saat melihat lagi tarian ini, seru diawal hingga ke tengah, lalu berubah monoton sampai akhir tarian.
Namun kali ini saya lihat berbeda, adik-adik mahasiswa Perwasus Salatiga menampilkan tari Kataga yang lebih seru dari yang dulu saya pernah lihat. Terasa ada semangat dan sekaligus harapan baru di sana, tidak monoton seperti dulu, bahkan saya punya ide lebih seru lagi untuk tari Kataga ini..boleh dicoba ?? @mahewardhana
![]() |
| Rehearsal |
![]() |
| Rehearsal |
![]() |
| Rehearsal |


