Kamis, 28 Februari 2019

AWAS, JANGAN SALAH BICARA, ELLY

Baru beberapa hari ini kami tinggal di desa, tempat kami KKN di Wanukaka. Untungnya kami semua betah, selalu menyibukkan diri dan membuat keseruan di sini. Masyarakat di sini pun begitu baik memperlakukan kami. Pada awalnya sulit menunjukan kelembutan dan ketulusan hati mereka dibalik wajah keras mereka, dan juga cara mereka bicara. Kalo ga tau pasti dah takut duluan.  Singkatnya,  mereka selalu mau menyenangkan kami, dan itu adalah bagian dari pelayanan (service) mereka. Biasanya orang-orang seperti ini cenderung apa adanya dan tidak mau berputar-putar, langsung to the point.

Di awal kami datang saja sudah ada kejadian lucu, yaitu di rumah yang akan ditinggali Elly, mahasiswa Fakultas Hukum. Maksudnya mencari topik percakapan yang seru, eh diartikan lain oleh yang punya rumah. Begini ceritanya, karena baru datang, maka mahasiswa berusaha mengenal dan mendekatkan diri. Sambil duduk minum kopi, lalu  memperkenalkan diri. Tiba-tiba suasana jadi hening. Elly mencoba memulai lagi pembicaraan dengan topik baru. Sementara berpikir topik apa yang tepat, eh anjing yang sangat besar dan gagah lewat. Spontan Elly bilang uh huuuyyy... (sorry becanda hehehe)
"Bapa, ini anjingnya ya? Wah besar sekali ya," puji Elly kagum. 
Bapa pun balik bertanya,"Elly suka ya?"
"Wah suka sekali," sahut Elly tanpa ragu.

Semua mahasiswa terdiam seperti shock!  Bapa dengan lantang memberi perintah: Potong sudah!!!
Kami semua tampak bengong, Elly yang akhirnya sadar tanya ke Bapa," kok dipotong??"
"Elly suka toh? Tidak apa-apa, nanti kita orang bisa makan sama-sama."
Padahal Elly tidak makan daging anjing lho..
Malam harinya daging anjing yang sudah diolah jadi erwe dibagi-bagikan ke tetangga, termasuk kami tetangga terdekatnya.
Jangan salah bicara lagi deh. Hati-hati ya El.. 

Ada kepercayaan mereka bahwa apabila mereka banyak kedatangan tamu, bisa melayani tamu-tamu mereka, mereka percaya bahwa berkat melimpah bagi mereka dan keluarga. Mereka rela berikan apa yang ada, kadang tanpa perlu pikir lagi.

@mahewardhana