Sabtu, 02 Maret 2019

KULARI KE PANTAI...



Pantai di Wanukaka dekat tempat kami KKN adalah lokasi masyarakat berburu atau mengumpulkan nyale yaitu cacing laut yang keluar dari karang-karang laut, dipimpin  para Rato atau tua-tua adat. Biasanya dilakukan di bulan Februari atau Maret. Nyale dipercayai mengandung protein yang sangat tinggi, yang dapat meningkatkan stamina tubuh. Makanya wajar jika para pria peserta Pasola, tradisi saling melempar lembing sambil menunggang kuda. Makanya disebut juga Pasola Nyale.

Cacing  laut atau 'Nyale'

Anak-anak Wanokaka tampak bermain di pantai
Waktu KKN saya dan Himawan, terpaksa pergi ke pantai ini sehabis makan siang  di rumah penduduk. Bukan mau cari nyale, tetapi mencari tempat pelarian, semata-mata untuk menurunkan makanan di perut. Kami sudah keliling desa naik motor tapi perut masih terasa kenyang sampe akhirnya kami ke pantai duduk-duduk. Membayangkan nasi, lauk, sayur dan sambal di rumah saja sudah ga sanggup. Bukan karena ga enak, perut kami rasanya sudah mau meledak kekenyangan. Nanti sampai di rumah kami tetap harus makan lagi. Aneh?? 
Selama KKN di sana, kami sering berpindah-pindah tempat pekerjaan dan selalu ada keluarga yang menyiapkan makan siang kami. Sementara di rumah kami tinggal, makan siang atau malam selalu disiapkan juga. Maka makanlah kami di tempat tugas, hingga kenyang. Katanya harus dihabiskan atau nambah, supaya tuan rumah tidak tersinggung. Pulangnya, sampai di rumah makan lagi, tambah lagi, ampuuun.  Jangan heran jika dalam sehari kami bisa minimal makan itu sampe 5 kali sehari. 
Di hari minggu, sepertinya di tanggal 11 Agustus, di Gereja ada 9 orang dibaptis sidi atau baptis dewasa. Semua keluarganya mengundang mahasiswa untuk datang dan makan, ga ngerti mo ditaruh dimana lagi tuh makanan hahahaa...
Untungnya hari itu saya sendiri harus pergi dan menginap di Waikabubak bersama Om Yanis Lubalu, pembimbing kami lainnya dari BAPEDA Sumba Barat. Minimal kami pulang dari Sumba minimal naik 5kg lah wkwkwkw ruar biasaa...