Jumat, 15 Maret 2019

PULAU ALOR: SUKU KABOLA

Pulau Alor terletak di Nusa Tenggara Timur. Saya masih ingat bagaimana indahnya pemandangan sebelum kita mendarat di Bandara Kalabahi. Ngeri-ngeri sedap rasanya. Tapi inilah Indonesia yang kaya sekali akan alamnya, suku bangsanya.  Mimpi dulu sekarang jadi nyata!
Alor adalah lokasi shooting untuk episode pertama program Ethnic Runaway yang saya gawangi. Dulunya bernama  Primitive Runaway, namun karena kata Primitive memiliki konotasi yang negatif maka nantinya diganti menjadi Ethnic. Dari hasil survey di dua lokasi berdasarkan suku yang berbeda, maka saya memutuskan untuk shooting dengan dua suku yang mewakili Alor.

SURVEY 1:  SUKU KABOLA
Suku yang pertama adalah suku Kabola yang kini berdiam di desa Kopidil, Kecamatan Alor Barat Laut. Suku ini aslinya hidup di dalam hutan. Cara hidup mereka dulunya nomaden, layaknya suku-suku yang tinggal di dalam hutan. Mereka mengandalkan berburu dan memanfaatkan hasil hutan. Pakaian asli suku ini pun terbuat dari kulit kayu pohon. Untung mereka masih menyimpannya. Untung ke sininya sudah banyak perubahan, minimal mereka sudah mau menetap di perkampungan, meskipun harus naik ke atas bukit.
Tim Survey: Bang Aziz Chan, Mahe dan Daday Campers

Foto bersama warga di hari pertama survey
Sebelum shooting dimulai kami dan beberapa orang dari suku Kabola menyiapkan properti dan lokasi sesuai item-item sosial budaya yang ingin kami angkat. Termasuk membuat busur panah dari bahan alam yang ada, bambu. Tentu saja mereka menyiapkan pakaian dari kulit kayu baik yang lama maupun bagaimana proses pembuatannya. 
Membuat tali busur panah dari bambu



Persiapan berburu sccara tradisional

Kaum ibu suku Kabola, dengan pakaian mereka
yang terbuat dari kulit kayu
Hari sudah sore, sebentar lagi gelap. Besok warga dan juga dua orang artis dari Jakarta akan bersama-sama menyelami kehidupan secara sehari-hari di masa lalu dan juga tradisi atau kebiasaan mereka, suku Kabola. Siapa artisnya? 
Iringan awan indah di pulau Alor

to be continued ...
@mahewardhana