Heyele, rumah asli suku Kabola setelah memutuskan dimana mereka menetap. Terbuat dari atap alang, berbentuk segitiga, di bagian dalam atasnya dijadikan tempat menyimpan bahan baku makanan dan perkakas lainnya. Di bagian bawah bale-bale bambu jadi tempat suku ini berteduh.
|
Pakaian asli suku Kabola ini terbuat dari kayu yang tumbuh di hutan sekitar lokasi kami shooting. Prosesnya sangat sederhana, dimulai dari mengupas kulit kayu dari batang pohonnya, lalu ditumbuk supaya tidak kasar lagi. Kemudian kulit tersebut dibiarkan dijemur sambil diangin-anginkan, hingga kering dan terakhir disambung sesuai ukuran dan bentuk baju dengan cara dijahit.
 |
| Proses melepas kulit dari batang pohon |
 |
| Proses penumbukan kulit kayu, disaksikan artis pria |
 |
| Eru, Kreatif saat itu |
 |
| Ade, PA saat itu |
 |
| Seorang Ama, dengan gong dan parang. |
 |
Melihat dari seberang artis pria sedang melihat pakaian kulit
kayuvyang sudah jadi dan siap dipakai |
 |
| Mama-mama dan pakaian kulit kayu |
 |
Poppy Bunga saat baru datang diminta membantu mama
menyiapkan makan malam, karena sore sudah hampir habis |
 |
Gugup saat harus membersihkan bekicot yang
dikumpulkan di sekitar Heyele sebelum dibumbu dan dimasak |
 |
| Daday dan Tono, campers saat istirahat |
 |
| Poppy Bunga bercengkerama dengan mama Bepeng (kanan) |
 |
Yama Carlos berpakaian adart dan mencoba
memukul tambur |
 |
| Yama Carlos, Asisten Artis, Poppy Bunga |
 |
| Poppy dan kaum ibu mengumpulkan kenari lalu toki kenari |
 |
| Kaum ibu memecah buah kenari di atas batu |
 |
| Tono sedang merekam sesuatu diperhatikan dua warga suku |
 |
| Senyum manis bocah pulau Alor |
 |
| Bersama Ama dan Mama angkat artis |
 |
| Crew, Artis dan masyarakat berfoto bersama |
Perjalanan dan pengalaman belajar cara hidup suku Kabola memang harus berakhir. Untungnya kami tidak lupa mengabadikan momen tersebut. Di sinilah kami sadar bahwa meski beberapa hari saja muncul rasa kebersamaan bersama mereka hingga semua merasa sedih saat harus berpisah. Dibalik kerasnya wajah mereka, ternyata tersimpan kelembutan hati. Terima kasih suku Kabola.
@mahewardhana