![]() |
| Rumah adat Ratenggaro beratap tinggi menjulang |
Akhirnya Tim Ethnic Runaway kembali lagi menjelajahi pulau Sumba, dan kali ini kami mencoba menghampiri Ratenggaro, Sumba Barat Daya. Hahaha... biasanya begitulah kurang lebih kalo si Yoga atau Fanny bikin script VO awal episode.
Ini kali ketiga saya kembali ke pulau Sumba setelah sebelumnya sempat datang lagi dan shooting di Deri Kambajawa, Sumba Tengah. Saya bersama Kukuh camera person dan Yoga creative saat itu mendarat di Tambolaka. Saat menunggu bagasi selesai diturunkan saya melihat-lihat bandara yang tengah direnovasi, termasuk mengintip ruang tunggu. Karena ada sosok yang saya kenal. Awalnya ragu-ragu tapi coba pede aja saya tanya, "Maaf apa betul bapak Yanis Lubalu?"
Ternyata benar. Beliau dulunya menjadi Dosen Pendamping dari BAPEDA Sumba Barat. Beliau hari itu akan berangkat ke Kupang. Senang sekali kita bisa bertemu lagi. Sekaligus mendapat jawaban dimana ayah angkat saya, Bapak Melkianus BilI, SM berada. Baca PERTEMUAN TERAKHIR DENGAN BAPA.
Sesampainya kami di Ratenggaro, rasanya seperti baru pertama kali datang ke Sumba. Memang sih karakter dan cara hidup orang Sumba di sini berbeda dengan di Sumba Barat atau Sumba Tengah. Tetapi lokasinya sungguh luar biasa eksotisnya! Rumah-rumah adat dengan atap yang menjulang tinggi, di hadapannya menghampar pantai pasir putih yang tak kalah indahnya.
Seperti biasa, saya dan kreatif saya, Yoga menyiapkan terlebih dahulu item dan keperluan shooting. Ternyata ada beberapa kesulitan yang kami temui di sini, terutama hal komunikasi yang membuat rakyat di sini mengerti apa yang kami maksud untuk shooting. . Ya maklum saja di sini saya tidak kenal siapa-siapa yang bisa membantu saya. Apakah karena daerah di sini sudah lebih terbuka bagi turis datang dan akhirnya terbuka peluang komersil? Entahlah, yang waktu saya butuh orang-orang, property shooting, mereka meminta uang yang cukup besar. Padahal ini untuk mengangkat daerah Ratenggaro sendiri. Memang tiap daerah itu beda-beda, sering juga kami temui hal seperti ini. Untungnya kami dapat mengatasinya.
![]() |
| Bersama Bpk. Yanis Lubalu dan kedua anaknya |
![]() |
| Pantai Ratenggaro, Kodi, Sumba Barat Daya |
Seperti biasa, saya dan kreatif saya, Yoga menyiapkan terlebih dahulu item dan keperluan shooting. Ternyata ada beberapa kesulitan yang kami temui di sini, terutama hal komunikasi yang membuat rakyat di sini mengerti apa yang kami maksud untuk shooting. . Ya maklum saja di sini saya tidak kenal siapa-siapa yang bisa membantu saya. Apakah karena daerah di sini sudah lebih terbuka bagi turis datang dan akhirnya terbuka peluang komersil? Entahlah, yang waktu saya butuh orang-orang, property shooting, mereka meminta uang yang cukup besar. Padahal ini untuk mengangkat daerah Ratenggaro sendiri. Memang tiap daerah itu beda-beda, sering juga kami temui hal seperti ini. Untungnya kami dapat mengatasinya.
Besoknya kita memulai shootingnya bersama dua orang artis dari Jakarta, Dion Wiyoko dan Ladya Cheryl. Kami coba sekali lagi di episode ini mengangkat kekuatan interaksi antar tuan rumah dan artisnya. Selain melakukan cara hidup tradisional seperti memasak di dapur tradisional, bagaimana ciri khas penyambutan dengan sirih pinang di awal mereka datang. Lalu kami mencoba eksplorasi alam dan tradisi budaya; pasola, musik dan tari dan kerajinan tangan. Tapi saya kurang puas dengan hasil shooting kali ini. Memang ada kalanya kita merasa kurang puas dengan hasil kerja kita sendiri. Kita selalu ingin yang terbaik. Pasti ada faktor lain yang kurang mendukung, wajar.
Untunglah Pulau Sumba tidak pernah mengecawakan saya. Selalu membuat saya puas, hingga klimaks! Alam dan budayanya yang selalu membuat saya kagum dan penasaran. Sama seperti rasa penasaran saya dengan satu hal yang selalu di pikiran. Memang harus saya selesaikan rasa penasaran itu setelah shooting dari sini.
Mari kita nikmati gambar-gambar yang ada saja...
Sambil menghayal, apakah saya bisa bertemu dengan ayah angkat saya lagi?
@mahewardhana
Untunglah Pulau Sumba tidak pernah mengecawakan saya. Selalu membuat saya puas, hingga klimaks! Alam dan budayanya yang selalu membuat saya kagum dan penasaran. Sama seperti rasa penasaran saya dengan satu hal yang selalu di pikiran. Memang harus saya selesaikan rasa penasaran itu setelah shooting dari sini.
Mari kita nikmati gambar-gambar yang ada saja...
Sambil menghayal, apakah saya bisa bertemu dengan ayah angkat saya lagi?
@mahewardhana
![]() |
| Ladya Cheryl |
![]() |
| Dapur bisa jadi tempat memasak dan juga bercengkerama bersama keluarga |
![]() |
| Dion Wiyoko sedang berbincang-bincang dengan Ama |








